Selasa, 02 Maret 2010

Cerita Sang ketua yang cuma nama

Saya sang ketua yang cuma nama, yaaa itulah yang saya rasakan. Bukannya saya gila hormat atau kepengen dianggap, hanya saja bukan ketua yang seperti ini yang saya inginkan. Terasa berbeda sekali ceritanya ketika saya bukanlah siapa-siapa pada saat menjadi panitia Ospek atau pun panitia Jambore, saya hanya kebagian sie Acara. Namun disini peran saya lebih dari sekedar sie Acara, tapi melainkan seorang ketua yang benar-benar nyata dilapangan tidak hanya ketua diatas selembar kertas putih. Sosok yang akan dicari anggota ketika ada suatu masalah, lalu mencoba memecahkan semuanya bersama-sama. Namun tidak kali ini, mereka sama sekali tidak menanyakan itu kepada saya, hal yang kecil sekalipun. Mereka lebih memilih bertanya kepada orang lain yang saya yakin pasti lebih mampu memecahkan masalahnya hanya saja yang saya sedihkan mereka bertanya pada orang lain saat saya berada disana, dan bukan kepada saya. Sekali lagi saya tekankan bahwa saya tidak gila hormat ataupun ingin dihargai hanya saja jika memang dari awal memilih saya menjadi ketua seharusnya mempercayai saya namun ternyata mereka tidak sepenuhnya percaya kepada saya, dan ada orang lain yang lebih mereka percayai lalu kenapa tidak memilih dia sebagai ketua????
Hhhh, , , , , Damn!!!:-x

Tidak ada komentar: