Rabu, 07 Juli 2010

Aku dan Inginku. . . .

Aku sangat ingin mencintaimu tanpa harus memaksamu menjadi apa yang ku mau.


Aku sangat ingin mencintaimu tanpa harus cemburu dengan segala sesuatu yang kau cintai melebihi aku.


Aku sangat ingin mencintaimu tanpa harus merasa kecewa jika kau tak punya banyak waktu untuk mendengarkan segala cerita-cerita dan keluh kesahku yang mungkin menurutmu tidak penting.


Aku sangat ingin mencintaimu tanpa harus meragukan seberapa besar cintamu kepadaku.


Aku sangat ingin mencintaimu tanpa harus terus berprasangka "Apakah disana kau setia ataukah menduakanku?"


Tapi sayangnya, aku tak bisa lakukan apa yang sangat kuinginkan itu, aku tak bisa mencintai mu tanpa harus memaksamu menjadi apa yang ku mau, tanpa harus cemburu dengan segala sesuatu yang kau cintai melebihi aku, tanpa harus merasa kecewa jika kau tak punya banyak waktu untuk mendengarkan segala cerita-cerita dan keluh kesahku yang mungkin menurutmu tidak penting, tanpa harus meragukan seberapa besar cintamu kepadaku, dan tanpa harus terus berprasangka "Apakah disana kau setia ataukah menduakanku?" karna itulah caraku mencintaimu, aku sangat takut kehilanganmu dan aku sangat ingin memilikimu. Berlebihankah?? Mungkin!!!
Lama-kelamaan, tanpa sadar aku tlah diam-diam banyak menuntut dirimu untuk memahami apa yang berkecamuk dalam hatiku tanpa memberitahumu. Maafkan aku karna telah banyak menuntutmu dengan diam-diam tanpa ingin kau tau. Aku hanya takut kau pun juga merasakan hal yang sama terhadapku, dan kau tak mau memberitahuku. Maaf telah tidak memberitahumu karena aku pun takut hal ini akan mengganggu pikiranmu. . . .


Yang pasti, dan yang paling aku inginkan adalah mencintaimu apa adanya, bukan karena ada apanya dengan seluruh kelemahan dan kekuranganmu bukan karena kelebihanmu.


Kini, aku masih dan terus mencoba untuk mencintaimu tanpa menuntut apa-apa karena setiap tuntutan yang memaksa dan harus mengubahmu karena hanya ingin menyenangkan hatiku dan itu menyulitkanmu, hanya akan membuatku jauh terluka.


Aku tidak ingin mencintaimu dengan egois, jadi kumohon bantu aku untuk mencintaimu dengan tidak egois...


From my deep heart for my Love "Awan Majestatis"...
Love YOu hun. . . .

Jumat, 07 Mei 2010

Semakin menolak Qsemakin cinta

I avoid him. no talking and smiling. Just keep silent, I refuse his by being invisible for him. I let my hurt suffer this situation, because i will not both of us is hurted. Even though I refuse him, in fact my heart cannot refuse him.

Minggu, 18 April 2010

A letter to Atto (I luv u)

I want to tell u something, but please after this don't keep away from me. it's about my feeling. I've thought about this for a thousand time n now i think i am ready to tell the truth whatever the risk. . .
Atto, i don't know how to refuse n erase this feeling i just won't fall too deep then i can't out from this hole n it will hurt me more deep if i don't tell it. Ok, here we go. . .
I
love
u!!
I Love u, how the way u're.
I Love u becoz u can change my sadness become happiness.
I Love u for making me smiLe n Laugh.
I Love u becoz u keep my first present till now.
I Love u so much Atto.
"No body can count my Love for u" (The Gift Imagi)
"Look after my heart, i've left it with u" (Stephany Meyer- Eclipse)

Jumat, 05 Maret 2010

Aku menghilang dalam diam

Aku tengah menolak Bongkahan kristal yang memaksa keluar dari pelupuk mataku,,,, tak ingin terlihat cengeng didepan para manusia itu. . . . . . Manusia yang pada saat ini membuat aku merasa tak ada, tak terlihat, dan menghilang. Aku tak suka suasana seperti ini, hanya bertemankan hape kesayanganku aku duduk dipojok sambil menekan-nekan tuts keypad tak karuan, atau duduk didepan komputer dengan perasaan dongkol lalu diam. Yaaaa. . . . Aku benar-benar menghilang dalam diam, sepertinya tempat yang cukup cocok untuk hatiku yang tengah kacau. . . . Diam, diam, diam, dan diam. Lalu berteriak sekencang-kencangnya dalam hati bahwa aku lelah diperlakukan seperti ini...

Selasa, 02 Maret 2010

Cerita Sang ketua yang cuma nama

Saya sang ketua yang cuma nama, yaaa itulah yang saya rasakan. Bukannya saya gila hormat atau kepengen dianggap, hanya saja bukan ketua yang seperti ini yang saya inginkan. Terasa berbeda sekali ceritanya ketika saya bukanlah siapa-siapa pada saat menjadi panitia Ospek atau pun panitia Jambore, saya hanya kebagian sie Acara. Namun disini peran saya lebih dari sekedar sie Acara, tapi melainkan seorang ketua yang benar-benar nyata dilapangan tidak hanya ketua diatas selembar kertas putih. Sosok yang akan dicari anggota ketika ada suatu masalah, lalu mencoba memecahkan semuanya bersama-sama. Namun tidak kali ini, mereka sama sekali tidak menanyakan itu kepada saya, hal yang kecil sekalipun. Mereka lebih memilih bertanya kepada orang lain yang saya yakin pasti lebih mampu memecahkan masalahnya hanya saja yang saya sedihkan mereka bertanya pada orang lain saat saya berada disana, dan bukan kepada saya. Sekali lagi saya tekankan bahwa saya tidak gila hormat ataupun ingin dihargai hanya saja jika memang dari awal memilih saya menjadi ketua seharusnya mempercayai saya namun ternyata mereka tidak sepenuhnya percaya kepada saya, dan ada orang lain yang lebih mereka percayai lalu kenapa tidak memilih dia sebagai ketua????
Hhhh, , , , , Damn!!!:-x

Rabu, 24 Februari 2010

Kenapa datang disaat yang bersamaan sih?

Abang dan Ramdani, kedua pria ini tiba-tiba hadir dan mengisi satu persatu ruang kosong dihatiku. Hati yang telah dua tahun belakangan ini sendiri, tanpa kekasih. Masing-masing dari mereka menggantikan sosok-sosok yang sangat aku impikan. Kini aku tak mampu menghindar dari kehadiran mereka, pintu yang telah ku buka lebar-lebar tak boleh dengan seenaknya kututup. Akhirnya, aku pun harus memilih. Satu diantara mereka, agar harapan-harapan itu tak tumbuh begitu besar yang akhirnya menyakiti mereka, , , ,

Senin, 15 Februari 2010

Semuanya Menyeruak

Sudah terlalu lama rasanya ku menunggu sosoknya, dalam mimpi dan khayal. kini ia ada dalam wujud yang begitu nyata bahkan aku tak berani benar-benar melihat kearahnya karena ku takut tak mampu membendung impianku terhadap sosok sepertinya. aku pun tak berani melihat tatapan matanya yang nantinya akan merengkuh impianku keluar dari tempat persembunyiannya. Tapi kini aku telah berani menatap matanya dan semua imppian yang telah lama kukubur menyeruak keluar dan kembali menuntutku untuk mewujudkannya. dan apa yang harus kulakukan sekarang????

Abang dan Aku

Jujur, saya masih ragu dengan perasaan saya sendiri terhadap Abang. Saya sangat tidak suka di gantung, sementara abang pun tak pernah jujur dan mengatakan akan perasaannya terhadap saya. Kadang abang care terhadap saya, namun terkadang juga menyebalkannnn!!!! hahahah tapi apa benar saya menyayangi abang dengan perasaan cinta? sayaaaaaaaa. . . . . belum bisa menjawab dengan pasti, karena abang pun tidak mau memberikan kepastian terhadap saya dan saya takut untuk berharap banyak. yang pasti sekarang saya ingin menjalani hari-hari saya dengan sosok abang yang care terhadap saya, merindukan sosok abang yang jail dan menyebalkan itu. haahhahahah. . . . andai perkenalan via Facebook itu tak pernah terjadi dan janjian di Plasa Senayan itu gak ada, mungkin rasa harap akan sosok abang itu tidak akan pernah ada. hufffttt.... MUngkin ini sudah rencana-Nya, dan saya tidak bisa berbuat apa-apa. God!!! I wish for the best. . . . . Abang!!!! yuk kita jalani semuanya bareng-bareng(hahahah. . . ngarep suatu saat nanti bilang kayak gitu sama si Abang. ..)

Jumat, 12 Februari 2010

Itu dia. . . . ..!!!!

Perkenalan via Facebook kurang lebih seminggu yang lalu akhirnya berujung dengan pertemuan kami yang pertama di Plasa Senayan, tepatnya di Kinokuniya. toko buku tersebut menjadi pilihan pertemuan kami karena pada hari Rabu yang lalu tepatnya tanggal 10-02-2010 sudah menjadi rencana saya dan kawan-kawan untuk membeli Novel. akhirnya pada jam 1an pertemuan pun tak terelakkan. ketika saya menginjakkan kaki yang pertama kedalam toko buku ini saya langsung mencari-cari sosoknya kesekeliling dan.... itu dia, yaaa feeling saya mgatakan itulah sosoknya yang tengah berdiri dengan kaos berwarna hijau, postur yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan saya serta berkulit putih itu sedang menghibur dirinya melihat-lihat beberapa buku yang sangat tidak disukainya itu sambil menunggu kedatangan saya. Saya yakin itu adalah dia, dan saya memberanikan diri untuk menyapanya terlebih dahulu dan. . . . . feeling saya benar. dia menyambut kedatangan saya dengan simpul senyum yang segar dan percakapan pun mengalir meski perasaan kaku masih terasa namun kami mencoba untuk terlihat senyaman mungkin. satu jam telah berlalu dan dia pun harus segera pergi dan kami pun berpisah. byeeeee Abang!!!

Kamis, 11 Februari 2010

it's Suck



I hate this feeling, , , ,
I hate it So Much. . . .
it's Hurt me, , ,
Because I can't Breath clearly to think about him, , , ,
I miss him so Deeply, , ,
really miss him, , ,
and need her arms , , ,
need to lean on him, , , ,
I hate to miss you, , , ,
Abang!!!!